Minggu, 24 November 2013



Kisah Hidupku

Aku dilahirkan dalam keluarga yang sangat sederhana,lahir dengan 6saudara (cewek semua). aku anak ke 6,ibuku meninggal pada usiaku 9bulan,dan aku diasuh oleh ayah dan kakak. selepas kepergian kedua kakakku dikarnakan menikah,ayahku memutuskan untuk mencari pendamping lagi yang bisa mengurus aku dan ayahku.Hampir 5thn ayahku sendiri,tepat umurku 4tahun ayahku akhirnya menikah lagi dengan seorang perempuan yang terpaut jauh lebih muda dengan ayahku.waktu itu aku yang tidak tau apa2,hanya bisa melihat dan mendengar orang2 berkata aku punya ibu baru,yang waktu itu artinya pun aku tidak tau apa itu ibu baru.karna dalam hidupku,aku tidak pernah mengenal sosok seorang ibu,meskipun hanya dalam sebuah photo.Dalam awal pernikahan ayah,kumerasakan senang karna ada anggota baru dalam keluargaku,yang dulu hanya kami bertiga ayah,kakak kelima dan aku.karna kakakku yang ketiga dan keempat sudah merantau ke kota,dan jarang pulang.Tapi kebahagiaanku tidak berlangsung lama,menginjak 1tahun pernikahan ibu tiriku berubah tabiat,yang dulu baik,perhatian berubah menjadi pemarah dan suka memukul.waktu itu ayah yang jarang dirumah karna bekerja dan kakakku yang waktu itu masih sekolah KLS 2 SD. jadi mereka tidak tau apa yang terjadi padaku dirumah,dikala ayah dan kakakku ada dirumah,aku diperlakukan bak seorang putri,dipangku,disuap,disayang oleh ibu tiriku,disaat ayah dan kakakku pergi,ibu tiriku seolah2 mencari alasan untuk membentaku dan memukulku dari dicubit sampai biru,pernah juga sampai berdarah,dan dipukul dengan kayu rotan sebesar telunjuk,sampai tubuhku memar.waktu aku yang masih berusia 5thn hanya bisa menangis tanpa berani bilang sama ayah,karna ibu tiriku suka mengancam aku dan kakakku,tapi kakakku lebih beruntung karna dia jarang dirumah dan lebih suka maen kerumah tetangga. Dan bahkan tetanggaku seolah2 tutup mata dan telinga atas perbuatan ibu tiriku..
Ibu tiriku orang yang pintar dan juga licik,untuk menyembunyikan bekas luka ditubuhku,aku hanya diperbolehkan memakai baju lengan panjang dan celana panjang,jadi tidak pernah ketauan oleh ayahku.hampir 4thn aku disiksa oleh ibu tiriku dan selama itu pula aku pasrahkan diri sama Tuhan. Pernah waktu aku kelas 1SD,aku diajak ke kebun oleh ibu tiriku,sepulang dari kebun aku disuruh bawa buah kelapa sebanyak 10buah didalam keranjang,jalanan yang terjal dan menurun memudahkan ibu tiriku berbuat jahat padaku,dengan menendangku seketika aku jatuh bersama buah kelapa yang kubawa.waktu itu sudah sore hari sekitar jam 6 sore dan yang tidak bisa aku lupakan sampai sekarang,waktu itu ibu tiriku menyuruhku mengambil buah kelapa itu kembali harus dengan jumlah yang sama. dan ibu tiriku hanya tertawa melihatku menangis sambil mencari buah kelapa itu,dengan satu ancaman ibu berkata: nanti sampai dirumah jangan nangis kalau ditanya ayah,bilang kamu habis jatuh,kalau tidak ibu tidak segan2 akan mukul kamu dengan kayu rotan! Dengan perasaan takut,marah dan benci akhirnya kuturuti perkataan ibu tiriku,tapi sepintar-pintar menyembunyikan bangkai pasti akan tercium juga,begitu juga dengan perbuatan ibu tiriku,menginjak usiaku 8thn aku terserang demam yang sangat tinggi,dan aku dimandikan oleh ayahku. Pada saat itulah semua perbuatan ibu tiriku terbongkar,dan ayah menanyai ibu dengan paksa dan dengan terpaksa juga ibu tiriku mengakui perbuatanya.semua bekas luka ditubuhku diketahui oleh ayah,tanpa basa basi ayahku langsung menceraikan ibu tiriku.Walaupun bekas luka ditubuhku bisa dihilangkan,tapi bekas luka dihatiku akan tetap ada dan kubawa sampai mati.Tapi kisahku belum berakhir,dikarnakan ayahku tidak kuat menduda,tepatnya 1thn kemudian ayah menikah lagi dengan seorang janda beranak satu dan waktu itu aku berumur 9thn,dimulailah babak baru dalam hidupku.Ibu tiriku yang kedua,dia tidak memukul tapi hanya suka mencaci dan memaki dengan kata2 yang teramat sangat kasar,dan ternyata memang benar lidah lebih tajam dari silet. kulalui juga hari2ku dengan kata2 pedas ibu tiriku yang kedua,tapi itu cuma bertahan sebentar,perkawinan ayahku bertahan selama 2thn,dikarnakan ayah mendengar kata2 kasar ibu tiriku yang kedua padaku.
Ayahku sakit hati mendengar anaknya dicaci maki,salah satu kata2 ibu tiriku yang kedua yang masih kuingat: kamu! habis datang dari sekolah bisanya cuma makan,kerja dulu baru makan! (itu bhasanya sudah saya perhalus).Dengan kejadian itu,ayahku bilang gak akan nikah lagi,dengan hidup berdua dengan ayah,kulalui hari2ku dengan bahagia dan kakakku yang kelima,setelah tamat SD,dia diajak oleh kakak yang pertama untuk melanjutkan sekolah disana.Dulu pernah ayah dan aku tidak punya beras selama 3hari,kita hanya makan singkong dan hasil kebun dihalaman rumah seadanya.Aku tidak pernah menyesal dengan kehidupanku karna aku jalani dengan doa dan keikhlasan,dan singkong yang aku rasakan waktu itu begitu nikmat,karna kulalui dengan suka cita bersama ayah.Setelah tamat SMP,kumemutuskan tidak melanjutkan sekolah lagi karna terbentur dengan biaya,dan aku kasihan dengan ayah yang sudah mulai tua dan tidak mampu bekerja lagi,dengan masalah biaya sekolah yang mahal.Kuputuskan merantau kekota Denpasar dengan harapan aku mendapatkan pekerjaan yang halal,dengan bekal seadanya.Dengan berat hati,kutinggalkan ayah sendiri,berbulan bulan aku luntang lantung dikota besar tanpa harapan dan kuputuskan kembali ke desa dan mencoba mengarap kebun membantu ayah,dari pekerjaan mencangkul dan segala pekerjaan kasar pernah aku pegang,yang menjadikan karakterku berubah menjadi tomboy.Tepat pada tahun 2000 ayahku yang waktu itu berusia 57 tahun,bertemu dengan seorang janda selisih umur 10thn lebih muda dari ayah,dan saat itu ayah minta ijin padaku untuk menikah lagi,dengan alasan,disaat aku nikah nanti dimasa tua ayah agar ada yang menemani. Sempat aku menolak dengan berkata: Ayah tidak usah takut,saya akan temani ayah sampai tua,bila perlu saya tidak akan menikah,jadi ayah tidak perlu menikah lagi,dan ayah juga baru kenal dengan wanita itu,biar ayah tidak salah pilih lagi!
Dengan berat hati,ayah menerima keputusanku.tapi setelah kupikir2 aku merasa kasihan dengan ayah,dengan sikapnya yang sering murung dan melamun,akhirnya kuikhlaskan dan kuijinkan ayah menikah untuk yang ke empat kalinya,dengan harapan ibu tiriku yang ketiga akan lebih mencintai ayah dan berlaku baik.Tapi harapanku tidak sesuai dengan kenyataan,3tahun perkawinan ayah, ayah yang dulu tegas berubah drastis menjadi penurut apa yang dikatakan ibu,yang salah jadi benar dan begitu sebaliknya.Dan kurasakan tekanan batin ayah yang mendalam akibat perbuatan ibu tiriku yang ketiga.Pernah suatu hari aku menyarankan ayah untuk bercerai,tapi ayah bilang malu sama orang karna ayah sudah berkali2 kawin cerai,biarlah mungkin ini sudah menjadi jalan hidup ayah dan ayah akan terima. Ibu tiriku yang tidak puas dengan menundukan ayah,dia juga mencoba padaku, suatu hari,tiba2 saja ibu tiri yang ketiga,mengambilkanku makanan lengkap dengan lauknya,waktu itu saya merasa aneh karna seumur hidup,saya tidak pernah diperlakukan seperti itu,dengan halus dan lembut ibu berkata, Ari habis maen pasti capek,makan dulu udah ibu ambilin,ari jangan dah ikut ke kebun biar ibu sendiri saja yang ke kebun,ari makan aja dirumah.selepas ibu pergi,tanpa curiga aku memakan nasi yang diberikan ibu.berselang 1menit makanan yang tadi aku muntahkan dengan keadaan utuh daan akupun sampai sekarang tidak mengerti dengan kejadian itu.aku hanya bepikir,mungkin waktu itu aku masih dilindungi sama Tuhan,dari niat jahat ibu tiriku yang ketiga.
Semenjak kejadian itu,aku tidak berani tinggal dirumah dan aku memutuskan kekota lagi untuk mencari pekerjaan,dan syukur akhirnya aku diterima disalah satu swalayan terbesar diBali,berkat bantuan teman baikku.dan selama hampir 2tahun bekerja aku juga menjalin hubungan dengan seorang pria yang pada awalnya dia sangat sayang dan perhatian padaku,tapi kenyataanya jauh dari apa yang aku harapkan,dia berselingkuh dibelakangku,dan tepatnya bulan april tahun 2006,aku resmi berpisah dengannya,belum sembuh rasa sakit hatiku,akibat patah hati, 2bulan kemudian,pada tgl 26-06-2006 Ayahku meninggal pada usia 62tahun,dikarnakan terjatuh dari bale setinggi 1meter,dan mengalami stroke dan koma selama 2jam. Yaa..Tuhan mengapa begitu berat cobaan yang kuterima dariMU,tapi dengan segala keikhlasan dan kehendakMU aku akan terima semuanya,dan Tuhan benar2 telah memberikan kekuatan padaku untuk melewati semuanya.setelah kematian ayahku,setahun kemudian ibu tiriku akhirnya menikah lagi.
Dan sekarang aku telah berkeluarga dan mempunyai seorang putri kecil,dan aku bersyukur mendapatkan suami yang bertanggung jawab dan pekerja keras.mudah2an kisahku ini dapat memberikan hikmah bagi pembaca,dan terimakasih sudah menyempatkan membaca tulisanku. tapi satu hal yang ingin saya sampaikan,tidak semua ibu tiri itu jahat. Buat mbak ncut saya mohon maaf karna tulisan saya benar2 panjang,dan terima kasih sebelumnya,kalau tulisan saya jadi diposting.hehehe..TAMAT.

0 komentar :

Posting Komentar